Selamat Datang 18, Selamat Datang Tradisi "Bukber"!

9:55:00 PM

Hai!
Spesial untuk post kali ini harus menggunakan Bahasa Ibu Pertiwi:)


Alhamdulillah hari ini menjadi hari yang sangat luar biasa karena akhirnya selesai sudah kesempatan hidup menjadi seorang remaja 17 tahun. Hari ini genap sudah usia saya menjadi 18. Seorang teman berkata, di usia ini bercanda gurau, bermalas-malasan, tingkah kekanak-kanakan, dan masa-masa bermain sudah 75% beralih ke persoalan yang lebih serius, lebih mendalam, dan lebih besar. Ada benarnya, sih. Saya sangat bersyukur atas segala yang telah saya dapatkan selama 17 tahun terakhir dan alangkah bahagianya saya menyambut kedatangan umur ke-18 ini karena akhirnya saya benar-benar dapat menjadi bagian dari masyarakat luas dengan pikiran selayaknya orang dewasa pula. Semoga setiap doa dan ucapan yang diberikan kepada saya di hari ini membawakan berkah dan kebaikan kepada saya dan tak lupa kepada yang mendoakan, aamiin Yaa Rabb aamiin.

Secondly, selamat bertambah umur juga untuk Bapak yang kebetulan selama 18 tahun terakhir sejak 1998 hari lahirnya masih sama dengan saya. Hehe... Semoga rezeki, nikmat, dan segala kerja keras beliau membawa pahala dan amal yang berlimpah baik di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga uang jajan dan jatah lebaran tidak semakin berkurang because I really need it for college, hehehe:) Aamiin Yaa Rabb Aamiin. Well Dad, 46 is just some random numbers. You don't really need to feel that old, LOL;)

Before I go onto my next topic, I would like to tell you how my life has been going for the past 17 years. Well, long story short, it's been like a very dynamic rollercoaster ride and I hate to say that because it sounds really cheesy. But I can't really find another analogy to represent the past 17 years of my life.

I like to ponder every once in a while about life and about everything. You know, lay in bed with some trouble sleeping and end up feeling super obnoxious about everything because your mind just can't stop thinking? That kind of pondering. So, yeah... I have thought about a lot of things I've gone through. Heartbreaks, loss, betrayals, sickness, surgeries, accidents, failures, depression, anxiety, dead-ends, you name it. But I am super thankful for every bit of it because each one of those not so terrific life events, more or less, shape me into the person I am today and I can say I couldn't have done anything without those obstacles. I couldn't have learned about love and hate, give and take, friends and enemies, family and priorities. Seventeen years of living, I can finally say I am excited to learn so many more incredible things whether it'll smack me down or lift me up. I'm fully prepared and just simply thrilled. So, welcome 18! I really hope you bring all the very best things in life:)


Anyway, ceritanya nih, hari ini ternyata bertepatan dengan hari ke-18 puasa kalau saya tidak salah menghitung. There's already too many 18's in one blog post, I'm starting to think this world is too coincidental. Apalah arti puasa jika tidak ada ajakan buka bersama, betul? Hahaha... Pasti di antara kita semua selama 18 hari berpuasa ini sudah banyak ajakan berbuka bersama atau kita lebih kenal dengan istilah "bukber" dari berbagai forum pertemanan dan organisasi yang kita geluti. Betul? Ya, karena saya pribadi juga merasakan hal yang sama. I've attended like five invitations so far, three of them were from my friends and the other two were mom's idea. Dan so far, saya masih senang-senang saja mengikuti berbagai ajakan bukber.

Sebetulnya, apa sih, esensi berbuka bersama ini? Kenapa dari tahun ke tahun semakin terasa seperti tradisi yang mengharuskan kita untuk menyelenggarakannya? Is it really just some hype or some kind of euphoric event due to Ramadan? Or does it have more meanings to it than just an occasion in which we eat and laugh together after breaking our fasts?

To me, bukber itu lebih dari sekadar berbuka bersama, makan, shalat, lalu berbincang sampai larut malam. Bukber itu acara yang seharusnya bertujuan lebih mendekatkan diri kepada orang-orang yang bermakna buat kita. It's not just the matter of seeing each other and breaking fasts with each other in the same place, tapi bukber itu adalah bentuk nyata dari berbagi dan berbahagia bersama. And here I am telling you my bukber stories...

Jadi, mengawali rangkaian ajakan bukber yang slowly but surely berdatangan, ajakan pertama berasal dari keluarga 81/91 atau teman-teman terbaik semasa masih putih-biru. I don't know how many times I've told you all that they all are some of the best human beings to ever live and walk on Earth. Lebay sih, tapi sungguhan. Mereka benar-benar sekelompok manusia yang luar biasa. Bisa dibilang, saya tidak akan pernah kehilangan motivasi untuk menjadi orang hebat setiap kali bertemu dan berkumpul sama mereka. That's how amazing they are.

Pada dasarnya semua rencana pasti tidak akan berjalan semestinya. Termasuk rencana yang satu ini. Kita tadinya ingin menggelar bukber yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kata salah satu dari sekian banyak anak yang ikut merencanakan, sebaiknya kita memasak sendiri makanannya. Alasannya sih, agar tidak seperti tahun kemarin yang makanannya sekadar pesan. Semua sudah oke dengan kesepakatan bahwa perempuan memasak, laki-laki berbelanja. Kami semua semangat. Hingga akhirnya, diputuskan laki-laki saja yang memasak dan berbelanja, sementara para perempuan cukup membuat daftar bahan-bahan apa saja yang harus dibeli. Mereka setuju.

Ada dua calon chefs yang akan menjajah dapur rumah saya--berhubung acara disepakati akan dilaksanakan di rumah saya. Hadi dan Adam. Dua manusia super yang memang luar biasa pintar tapi tidak cukup meyakinkan untuk mengacak-acak dapur rumah saya. Mereka merekomendasikan beberapa menu dari mulai fettucini sampai menu-menu ala restoran kelas atas yang sudah dipastikan tidak sesuai harapan. Hahaha... Sampai akhirnya mereka berkata untuk mengajukan request. Terjadilah perdebatan panjang dan perbincangan dahsyat di grup. Selama berdiskusi dan berdebat, saya tidak berhenti tertawa sendiri melihat layar handphone. They were all such goofs and amazing in making others laugh.

Beberapa hari kemudian, sangat disayangkan kompor rumah bermasalah. Knowing that there will be two very inexperienced cooks in just a couple of days, saya khawatir. They will fail at cooking our meals or burn the whole house down for the worst case. Keduanya sama-sama tidak menyenangkan. Alhasil, kita sepakat untuk memesan saja. We end up not doing anything different this year in our bukber. But I had such a laugh planning with them because they were just comedians in disguise, LOL;)

24/40an orang lainnya yang hadir...

June 15th 2016

Kemudian, tibalah pekan bukber yang anehnya dan menyiksanya datang di akhir bulan. Entah ini anugerah atau cobaan tapi sesungguhnya benar-benar amat menyiksa. Saya mengikuti buka bersama dengan calon-calon mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Indonesia 2016 di Pondok Laras, Depok. I actually salute everyone who was involved in making it happened. Karena serius, ini event disusun oleh anak-anak FHUI'16, untuk FHUI'16. Mereka luar biasa. Apalagi menit-menit sebelum berbuka dipenuhi dengan games-games seru yang bertujuan untuk mengenal satu sama lain. See, this is why bukber is not just an event for basic things such as eating and talking with people but also sharing and strengthening bonds with both old and new friends. Dan sama seperti kebanyakan acara lainnya, sebelum pulang wajib foto bersama dulu:) We even recorded a footage of us cheering for FHUI'16 and it was pretty awesome...

Here you go...
June 20th 2016

Lalu, ada juga nih, bukber yang baru saja saya ikuti tanggal 22 Juni lalu di salah satu rumah panitia 'omdo'. Hahaha... Setelah sekian lama tidak berjumpa berhubung sejak lulus SD kami tidak pernah satu sekolah lagi kecuali empat panitia lainnya, akhirnya kami berinisiatif menggerakkan dan menyusun acara buka bersama ini. Dengan susunan empat panitia laki-laki dan satu panitia perempuan yaitu saya sendiri, kami pun berusaha mengumpulkan sesedikitnya 25 orang. It was a rather difficult task because kita panitia juga tidak kalah sibuknya. Hahaha...

Ada kejadian lucu yang benar-benar membuat saya tertawa ketika sedang ramainya berencana. Kami sepakat akan berkumpul di sekolah lama kami, SDIT Thariq Bin Ziyad Pondok Hijau Permai, tepat pukul 8 pagi. Ternyata, salah seorang dari kami datang lebih awal dan yang lain lupa bangun pagi termasuk saya. Dari sinilah saya menyadari bahwa kepanitiaan kami benar-benar pure manusia-manusia omong doang. Hahaha... Alhasil, diputuskan untuk mengajak seorang lagi agar tidak sepenuhnya omdo. Terbentuklah panitia bayangan yang komposisinya sebenarnya menyiksa saya lahir bathin yang notabene perempuan satu-satunya.

As old friends and some of my very good friends, mereka berempat itu sudah tidak segan meledek saya berhubung saya satu-satunya perempuan di grup panitia. Ada saja bahan untuk berhasil membuat saya merasa ingin mengutuk mereka. They were all surprisingly a lot more annoying than they were years ago. And lucky me, I got the chance to be the center of their playful remarks. Tapi, akhirnya saya mempergunakan mereka untuk jasa antarjemput ke lokasi. Diputuskan akan diselenggarakan di salah satu rumah kami yaitu kediaman Gibran. Despite their playfulness and tendency to goof around with me and with each other, tanpa mereka bukber SD angkatan 11 tidak akan terlaksana. Shoutout to Kiki (Kambing), Gibran, Ariq, dan Kidut! Dan special thanks for the four of them for being such pains and also helpful, LOL.

Dan ini dia 27/57 orang yang berhasil datang:)

June 22nd 2016.

All in all, bukber-bukber yang telah saya ikuti sejauh ini benar-benar fully heartwarming and nostalgic. Saya berkesempatan bertemu kembali dengan teman-teman yang sudah lama tidak berjumpa. Saya juga bertemu dengan teman-teman dari SD yang beberapa sempat saya lupa namanya karena sudah hampir enam tahun tidak bersama dan terpisah dari satu sama lain. Kembali berdiskusi dan bercanda dengan teman lama memang memberikan rasa nostalgia tersendiri terlebih di bulan suci seperti ini. Last but certainly not least, saya bisa berkenalan dengan beberapa teman baru yang akan menghabiskan empat tahun yang akan datang bersama di fakultas yang sama pula. It's just so amazing how some traditional event can bring so many good things and bukber has never been this good and pleasing until now:)


Sebelum saya mengakhiri sedikit cerita saya, I just wanna say I'm so grateful to be able to pay a visit to LPKA/Lapas Anak Tangerang. It restored my faith in humanity and it definitely taught me a lesson. I saw some of the youngest criminals there and although the experience was a slight bit terrifying I was still so touched and utterly shocked by how painful it is to live in prison cells with prison uniforms, accepting consequences for the crimes they did. The kids are mostly my age and they might seem harmless in just quick glances but when I asked my mom what crime they committed, I was super taken back. The crimes they did are beyond my logic. It ranges from drugs problem to murder cases. I was really in true shock because for most of the times saya selalu menjadi seseorang yang cenderung memberikan pandangan jijik dan hina terhadap para kriminal seperti mereka atas apa yang mereka lakukan. Salah satu dari petugas LPKA, Ibu Wieki, berkata bahwa di sinilah jiwa kemanusiaan kita diuji. Di satu sisi, kita merasa jengkel dan murka atas apa yang mereka perbuat tapi di sisi lain melihat mereka masih muda belia, apalagi saya yang setidaknya seumuran dengan mereka, rasanya the world is too cruel that they decided to cut ways and break rules and take lives away. Overall, saya benar-benar belajar sesuatu dari kunjungan singkat pada hari Selasa tanggal 21 Juni 2016 kemarin. And I really hope once they get out of there, they can truly change into much better human beings because I'm a hopeful person and I can really sense hope in them that someday their past will be such an incredible lesson for them that drives and shapes them into some of the best human beings. I really hope so.



Thank you for reading:) Happy Ramadan!

You Might Also Like

0 comments