Self Love #1

1:54:00 PM

Hello, guys!

I'm back and still trying to commit to posting regularly on this blog. Yay!

So, I've been meaning to write a blog on self love and how I truly practice it from taking care of myself, bettering old skills, to learning new ones. This particular post will focus more on how I take care of my face although it is still often 'blessed' with acne and excessive oil.

SELF LOVE #1
THE FACE


Post ini terinspirasi dari pertanyaan salah dua temen SMA-nya papa gue yang dari tahun 2009 sudah menganggap gue seperti anak cadangan mereka karena kebetulan mereka udah kenal dekat dengan papa mama gue sejak gue bahkan belum ada di dunia. Mereka bertanya pada gue, kira-kira seperti ini...

Mir, mukanya bersihan. Pakai apa? Perawatan, ya?
bare in mind, ini yang nanya tante-tante baik hati yang seperti kebanyakan perempuan memang sangat concern dengan perawatan wajah.

Ya, seperti adanya gue, gue hanya menjawab dengan ketawa gengsi mengakui bahwa gue sudah rajin membersihkan wajah sejak masuk kuliah. Sadar betul bahwa memang appearance matters. Iya, gue adalah konsumen yang fell in love at first sight dengan produk The Body Shop (sumpah, ini bukan sponsor ataupun advertisement, kok), terutama yang seri Tea Tree. Dari semua bahan kimia yang pernah gue paparkan di wajah gue (dari yang paling bikin hancur sampai yang lumayan bikin bagus, tapi lama-lama merusak juga), The Body Shop adalah satu-satunya yang sama sekali enggak menimbulkan efek samping dan actually freaking works on my ever so sensitive and picky face. Gue sudah pakai produk andalan ini sejak awal tahun 2018 dan pertama kalinya gue percaya dan merasakan efek iklan produk perawatan wajah. So, props to you, TBS!

Kenapa pada akhirnya gue jatuh cinta sama TBS (The Body Shop; kepanjangan asli dan gue pegel aja ngetik sepanjang itu jadi maaf ya, gue singkat HAHAHA)? Sebenarnya, gue paling skeptis sama produk perawatan wajah karena kalau enggak berhasil yang hancur ya, muka gue. Jadi, mendingan enggak usah percaya. Tapi, TBS ini memenangkan hati gue karena pertama mereka environment-friendly dengan segala macam campaign tentang lingkungan. Jujur sih, gue belum riset dan membuktikannya secara langsung, tapi mereka legit mengirimkan gue e-mail (karena gue member) untuk bantu kampanye soal wildlife seinget gue. Ya, actions speak louder than advertisement. Gue terdorong dan akhirnya memilih TBS. Bonusnya, the products really do work wonders on the face.

Apa aja sih, produk TBS yang gue gunakan di wajah gue yang belum mulus-mulus banget ini?
  1. Tea Tree Facial Wash (Rp129.000,00)
  2. Tea Tree Toner (Rp169.000,00)
  3. Tea Tree Oil (Rp119.000,00)
  4. Drops of Youth Liquid Peel (Rp369.000,00)
  5. Himalayan Charcoal Mask (Rp349.000,00)
  6. Lucas Papaw Ointment (Rp55.000,00)
Enggak hanya itu, gue juga lagi mencoba satu produk dari brand yang berbeda yaitu Sakura White-nya Garnier (Rp58.000,00). Ya, sejauh ini lumayan, sih. Katanya, dalam sebulan bakal membuat wajah lebih merona. Gue akan membuktikannya sendiri karena dari banyak review soal produk ini, rata-rata berhasil. Well, let's test your magic, Garnier!

Min, lu pakai produk-produk itu gimana? Berbarengan semua gitu, atau satu-satu? Berapa kali sehari?

Untuk yang Tea Tree, gue pakainya rutin setiap hari 2x sehari pagi dan malam. Atau siang juga bisa kalau gue bangun kesiangan, hehe... Pokoknya rutin setiap hari. Sama sekali enggak ketergantungan karena gue pernah pas lagi masa Ujian Tidak Serius alias UTS atau Ujian Tengah Semester, jarang-jarang cuci muka tapi muka gue tetap enggak kenapa-napa (it was two months into using these products). Sejak itu, gue selalu berusaha buat rutin pakai supaya enggak sayang money. (Jujur, harganya enggak murah. Tapi, WORTH IT banget, kok!). Untuk yang peel, gue pakai seminggu 3x biasanya selang-seling harinya. Atau bahkan kadang seminggu 2x, tergantung gue merasa muka gue kotor banget atau enggak. Karena kebetulan liburan ini banyak di rumah atau di tempat yang enggak super kotor dan berdebu, jadi gue pakainya 2x seminggu. Beda banget pas masih di Depok City yang setiap berangkat kuliah gue dihadapkan dengan debu-debu yang terbang di deket rel kereta. Nah, untuk mask-nya, gue pakai seminggu sekali. Tapi, pas liburan ini gue pakainya 2 minggu sekali murni karena gue males, HAHAHA... ((gimana seh, katanya self love?!)).

Untuk yang Garnier, gue pakai rutin 3x sehari. Kayaknya sih tidak dibenarkan seperti itu, tapi di wajah gue biasa aja. Bahkan kayaknya mempercepat hasilnya. Khusus malam hari sebelum tidur, setelah gue pakai TBS dan Garnier, supaya bibir gue pagi-pagi enggak kering, gue selalu pakai Lucas' Papaw Ointment. Lucas' Papaw yang gue punya itu kebetulan dikasih dari salah satu temen gue di kampus, oleh-oleh gitu. (SHOUTOUT UNTUK TEMEN GUE YANGSUPER BAIK HATI!)

Gue CINTA BANGET sama Lucas' Papaw ini karena beberapa alasan. Yang pertama, karena sama sekali enggak ada rasa atau bau apapun, jadi natural aja. Yang kedua, bisa juga dipakai untuk luka. Karena kucing gue di rumah ada 6 ekor, cakaran kucing itu super biasa bermunculan di tangan gue. Dan parahnya membekas ((kayak luka di hati, JENGJENGJENG!!!)). Akhirnya, gue pakailah secolek Lucas' Papaw di luka itu. Ya, lumayanlah...jadi agak pudar gitu bekasnya meskipun enggak hilang. Alasan ketiga kenapa gue suka banget sama produk ini adalah setiap pagi bibir gue beneran jadi plummed dan kelihatan sehat gitu. Biasanya kalau yang suka pakai lipstick yang matte terutama (yang mana gue adalah salah satu yang guilty karena selalu pakai matte lipstick), bibirnya jadi kering banget dan mengelupas gitu. Gue merasakan itu selama dua minggu, udah gitu gue sangat rajin ngelupasin bibir gue sendiri bagian yang kering gitu. Makin jadilah jeleknya bibirku ((cries!!!)). Karena gue sayang sama bibir gue dan diri sendiri (iya, supaya punya bibir sehat), akhirnya gue rutin pakai Lucas' Papaw dan THANK GOD ternyata cocok ((yay!)).

Nah, pasti penasaran soal urutan pemakaiannya, kan? Tenang-tenang, ini mau gue jelasin...

Pertama, pagi hari ketika seorang Yasmin hendak mandi, Yasmin pakai Tea Tree Facial Wash. Dituang secukupnya ke tangan (biasanya, gue pencet aja gitu botolnya, seberapa banyak keluar ya itu yang gue pakai), terus dibuat agak berbusa (ditambahin dua tetes air, tapi ini lebay banget, sih). Terus, gue usap-usap ke wajah. Jangan sampai kena mata soalnya gue pernah kena mata kanan gue dan perih banget, asli. Gue sampai berpikir kalau gue buta, gue siap menuntut TBS karena produknya enggak eye-friendly. Tapi, ternyata dibilang doang juga udah enggak perih lagi ((emang dasar guenya aja yang drama)). Biasanya gue akan diamkan 2-3 menit sambil menyalakan shower dan sabunan tanpa kena wajah gue yang bersabun. Terus, pas mau bilas sabun di badan, gue ikutan bilas wajah juga. Nanti rasanya jadi adem-adem sejuk gitu muka gue setiap habis mandi.

Lanjut...

Selesai mandi, gue selalu mengeringkan wajah dengan handuk terpisah. Biasanya pakai handuk kecil yang orang-orang suka pakai buat ngelap keringet kalau abis olahraga. Sama gue dipakai buat lap wajah, khusus supaya enggak berbaur para kuman-kuman dan kotoran-kotoran jahat di handuk yang dipake ke badan. Sampai kering, baru gue lanjut pakai toner. Ini harus di-shake dikit karena ada endapannya di dalam botol yang kalau tidak dikocok ya, enggak akan ada khasiatnya. Terus, di atas kapas wajah, gue tuang 1-2 tetes. Terus baru deh, gue usapkan ke seluruh wajah dan leher. Cukup kok, walaupun cuma sesedikit itu. Makanya, toner gue enggak habis-habis.

Kelar pakai toner, di atas ujung telunjuk gue, gue tetesin Tea Tree Oil untuk diusap ke bagian-bagian yang jerawat atau potensi jerawat. Bruntusan di jidat gue, syukur Alhamdulillah, hilang karena khusus di jidat gue pakainya dioles. HAHAHA. Setelah bruntusan bandel itu menghilang, gue pakainya normal aja setitik-setitik di jerawat.

Biasanya, gue bakal menunggu dan berpakaian rapi dulu sebelum pakai Garnier ((padahal baru seminggu pakai udah bilang biasanya aja, hahaha)). Pakai telunjuk yang sama, gue oles si Sakura White di wajah, rata sampai leher. Awal pakai ini, rasanya agak panas-panas gitu. Tapi, setelah seminggu jadi terbiasa, kok.

Nah, bedanya kalau pas gue pakai peel dan mask hanya diurutan aja. Peel gue pakai sebelum Facial Wash. Mask-nya gue pakai setelah mandi, sebelum urutan toner-oil-sakura white. Jadi, habis bilas  mask-nya baru urutan seperti biasa. Atau kadang malah sebelum mandi sore.

Sebenarnya, rutinitas perawatan wajah itu tergantung masing-masing orang dan waktu yang dia punya dalam sehari. Ya, mentok-mentok sehari 2x melakukan segala perawatan dan seminggu sekali pakai masker atau peel. Perawatan yang gue lakukan enggak lepas dari kecenderungan gue buat bangun siang, males bergerak, dan ketiduran. Menurut gue, yang penting sehari wajah harus selalu dibersihkan. Ya, paling it takes 5-15 minutes of washing, cleaning, and drying altogether. Lima menit untuk wajah sendiri itu udah surga banget, kok.

Yang ingin gue sampaikan mengenai konsep self love ini adalah menyadari bahwa tubuh kita juga perlu perhatian. Salah satunya wajah kita. Menyenangkan banget rasanya bercermin dan melihat wajah lebih bersih, lebih cerah. Gue yakin sih, dengan melihat semua perubahan baik dari wajah kita, lalu tubuh kita bakal membawa ketenangan dan kebahagiaan tersendiri untuk pikiran dan hati. Jadi, love yourself, your body, your heart, and your soul.

Min, gue pikir lu mau review produknya...

HAHAHA...

Aduh, gue bukan beauty blogger yang bisa menjabarkan kandungan dan khasiat produk-produk ini dengan detil. Asli, gue hanyalah seorang mahasiswa tingkat 3 yang sedang berada dalam fase apresiasi eksistensi diri supaya enggak kayak orang gamang yang hilang arah ((sobs)). Untuk ulasan-ulasan produknya dan khasiatnya, gampang banget bisa dicek di google yang serba ada. Gue juga melakukan hal yang sama kok. Happy searching, guys!

Satu pesan dari gue sebelum gue mengakhiri post ini adalah:

Aside from everything, you need yourself most. So, take care of yourself as best as you can. Find peace in loving your body.

See you guys on another post!

You Might Also Like

0 comments